Lalampahan Bujangga Manik adalah naskah sunda lama yang ditulis pada abad XIV M. Bujangga Manik adalah pangeran kerajaan Pakuan dengan kehidupan spiritual sebagai resi. Dua kali ia mengelilingi Jawa. Tulisan ini kutipan dari majalah Mangle yang menyalin dari tulisan Noordhuijn dalam Bijdragen 138/1982. Dalam buku ini Ridwan Saidi, sejarahwan, mencoba memper-tanyakan sebuah asal-usul berbagai ha…
Bibliografi : halaman 374-380Ketika Anda misalnya, sedang melintas di Menteng, Pluit, Bintaro, Kemang, Pondok Indah, Cempaka Putih, Rawamangun, Warung Buncit, Kebayoran dan Cengkareng; atau sedang berolahraga di Senayan; atau tengah asyik berbelanja di Blok M, pernahkah terpikir mengapa tempat-tempat tersebut diberi nama seperti itu? Ternyata, semua tempat di Jakarta punya asal-usul tersendiri.…