Text
Paradoks Amir Hamzah /
Judul diambil dari kemasanDialihsuarakan ke dalam format DAISY (Digital Accessible Information System) oleh Yayasan Mitra NetraDinarasikan oleh Mila Kartina KamilIa dilahirkan di Tanjung Pura, Langkat, pada 28 Februari 1911. Ia merupakan garis ketiga keturunan Sultan Musa. Sejak kecil, Amir Hamzah sudah mencintai dunia sastra. Ia menulis prosa, puisi dan prosa liris dalam bahasa melayu, cikal bakal bahasa Indonesia. Dikenal sebagai raja penyair pelopor gerakan bahasa baru, Amir Hamzah dan dua orang tokoh sastrawan Amrijn Pane serta Sutan Takdir Alisjahbana mendirikan majalah Poedjangga Baroe pada 1933. Kesibukannya mengajar di berbagai tempat tak dapat menutupi kebutuhan hidupnya di Batavia. Ironisnya, Amir Hamzah dieksekusi oleh guru silat kesultanan, pengurus kebun yang amat ia sayangi, Ijang Widjaja. Amir Hamzah, meski tumbuh dalam kemewahan keluarga Kesultanan Langkat, ia dikenali sebagai figur sederhana. Bagaimana mungkin, seorang pahlawan yang betul-betul mencintai republik Indonesia, tapi dibunuh semena-mena oleh rakyatnya sendiri? Lantas bagaimana dengan kisah cintanya bersama Ilik Sundari, kekasih hati yang banyak meninspirasinya membuat puisi....Persyaratan system : PC/komputer dengan suara dan speaker dan daisy software
| 240101010203 | 920 PAR p | Perpustakaan MA Al-Umm Putra | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain